Pendidikan

Pendidikan

KPK Geledah Kantor Bupati Kutai Kertanegara


KUKAR, KALTIM -- Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari dikabarkan ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tadi malam. Kini, bupati cantik dua periode itu ditahan di gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel). 

Sementara dari Tenggarong, Ibukota Kutai Kartanegara, dilaporkan, rumah jabatan dan ruang kerja bupati sedang digeledah oleh puluhan penyidik KPK dan dijaga ketat oleh polisi dari Polres Kukar.

Ihwal penangkapan Rita, pihak KPK memang belum memberikan keterangan resmi, namun Ketua KPK Agus Rahardjo tidak membantah kabar ditangkapnya Bupati Rita. 

"Tunggu jumpa pers saja ya. Yang pasti di Tenggarong sedang ada kegiatan KPK," kata Agus Rahardjo saat door stop (cegat pintu) di Gedung KPK, pukul 13.45 WIB tadi.

Menurut keterangan yang diterima dari sumber di KPK, penangkapan Bupati Rita dilakukan Senin (25/9/2017) malam. Namun tidak dijelaskan, dimana Rita diciduk dan atas kasus apa.

Hingga berita ini diturunkan, penggeledahan di rumah dinas dan ruang kerja Bupati Kukar masih berlangsung. Penggeledahan dilakukan sejak pukul 10.00 WITA.

Wartawan dan bahkan pegawai Pemkab Kukar dilarang mendekat dan memotret kegiatan penggeledahan. Bahkan wartawan yang ingin mencoba memotret, diancam akan diambil kameranya.

"Tadi sempat ada pegawai Pemkab yang motret, langsung HP nya diambil petugas," ungkap seorang wartawan yang siaga di lokasi.

Selain rumah dinas dan ruang kerja bupati, rumah Khairuddin, ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltim, yang selama ini dikenal sebagai orang dekat Bupati Rita juga digeledah.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Setkab Kukar Dafip Haryanto, saat dihubungi awak media membenarkan sedang ada petugas KPK di kantor Pemkab Kukar. Namun dia keberatan jika kegiatan KPK itu disebut sebagai penggeledahan.

"Bukan penggeledahan. Yang lebih tepat meminta dokumen. Petugas KPK minta sejumlah dokumen, kita staf menyiapkan," ujarnya.

Namun dia belum bisa memberi penjelasan secara rinci karena memang tidak terlibat dalam kegiatan penyiapan dokumen yang diminta penyidik KPK. Sedangkan kabar soal sudah ditangkapnya Bupati Rita, Dafip pun belum dapat menjawabnya.

"Kami belum dapat kabar (soal penangkapan). Yang saya tahu, Ibu (Bupati) di Jakarta sejak kemarin karena ada kegiatan," jelas Dafip.

(idp/bin)




AMOI # aliansi media online & telekomunikasi Indonesia

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera