Pendidikan

Pendidikan

Fakta Mencengangkan yang Terungkap Dari Kasus Nikahsirri.com

JAKARTA -- Situs nikahsirri.com sempat menggemparkan publik apalagi salah satu fasilitasnya adalah lelang perawan. Berbagai pihak mengindikasikan situs tersebut sebagai prostitusi terselubung hingga melaporkan ke polisi.

Polisi bergerak cepat, situs diblokir Kominfo dan Aris Wahyudi yang merupakan pemilik situs nikahsirri.com sudah ditetapkan tersangka dan ditahan penyidik Polda Metro Jaya. Namun mencuat informasi dari istri Aris bahwa Aris mengalami gangguan jiwa semenjak gagal di Pilkada Banyumas 2008.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Rikwanto membantah pernyataan istri Aris, sampai saat ini tersangka belum menunjukkan indikasi gangguan jiwa. Dari hasil interogasi penyidik sampai saat ini ditegaskan bahwa Aris dalam kondisi normal.

istri pemilik nikahsirri.com ©2017

"Benar atau tidaknya nanti penyidik yang akan mempelajari. Kalau memang diperlukan observasi ke rumah sakit kita akan lakukan walaupun tanda-tanda tersebut belum ditemukan, dia normal," kata Rikwanto di Polresta Depok, Selasa (26/9).

Anak di bawah umur

Pihak kepolisian terus mendalami kasus dugaan layanan pornografi dalam situs nikahsirri.com. Pihak kepolisian saat ini tengah menelisik mitra situs nikahsirri.com anak di bawah umur setelah ditemukan syarat menjadi anggota situs yang telah diblokir Kemenkominfo itu berusia 14 tahun ke atas.

"Apakah ada anak di bawah umur? Apakah ada nanti itu yang mengajari? Apa dia sendiri? Sedang kita dalami dalam penyelidikan yang mendalam," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (26/9/2017).

Pendalaman juga dilakukan untuk mengetahui apakah kasus ini ada indikasi ke arah perdagangan manusia atau tidak. Saat ini penyidik tengah mempelajari apakah ada korban lagi dari yang disebut klien dan mitra oleh tersangka.

"Kliennya siapa saja, mitranya siapa saja. Tapi belum hasilnya untuk dipublikasi. Kira-kira siapa klien dan mitra?" ujar Argo.

Lelang perawan

Terkait lelang perawan, Aris Wahyudi menilai memperebutkan 'gadis yang masih suci' adalah bagian tradisi nusantara. Dalam situs webnya, Aris menulis lelang perawan salah satunya di Jawa Tengah yakni tradisi 'bukak klambu' yang kisahnya diangkat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk.

Polda Metro rilis kasus website nikahsirri ©2017

Alih-alih setuju, Ahmad Tohari, penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk justru angkat bicara bahwa Aris Wahyudi telah memaknai sepotong-potong novelnya. Tohari menilai Aris salah kaprah memaknai novelnya, bahkan bisa jadi sengaja mengutip sepotong kisah dalam novelnya yakni bukak klambu semata-mata untuk mengambil keuntungan.

"Aris tidak membaca utuh novel saya. Dia memaknai sepotong-potong," ujar Tohari pada Merdeka.com, Selasa (26/9).

Tohari menerangkan lebih jauh, dalam novelnya tradisi seksual yang pernah terjadi pada masa silam justru membenamkan derajat perempuan. Dengan tegas kata Tohari, pesan itu ia sampaikan di akhir novel bahwa wawasan birahi primitif ternyata tak mendatangkan rahmat kehidupan.

Maka Aris salah jika lelang perawan justru dimaksudkan untuk melestarikan budaya asli Indonesia.

Proses lelang perawan

Saat ini polisi mencatat ada 5.300 mitra yang telah tergabung dalam situs itu. Polisi menelusuri mitra ini dari alamat surel dalam situs itu.

Jika klien ini menaksir salah satu mitra atau perempuan dalam situs itu untuk dijadikan istri maka harus menghubungi tersangka. "Nanti tersangka akan mempertemukan sesuai dengan jumlah koin. Tetapi saat sebelum dipertemukan harus membayar dulu lewat rekening bank dari tersangka sesuai dengan jumlah koin yang ada di web," jelasnya.

Setiap mitra ini memiliki nilai koin tertentu, ada yang 150 koin sampai 200 koin. Nilai satu koin setara dengan Rp 100 ribu.

Motif ekonomi

Aris dijerat dengan UU ITE dan pornografi karena melalui situsnya ia diduga melakukan eksploitasi terhadap perempuan. Polda Metro Jaya akan mengecek ke beberapa bank untuk menelusuri aliran dana pemilik situs web nikahsirri.com tersebut.

Pemilik situs nikahsirri.com Aris Wahyudi ©2017

"Nanti akan kita cek. Dia kan ada beberapa (rekening) bank. Nanti akan kita komunikasikan dengan bank yang bersangkutan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (26/9).

Jika bisnis pernikahan siri yang dijalankan tersangka menghasilkan uang dalam jumlah besar, tak menutup kemungkinan PPATK juga akan dilibatkan. "Untuk sementara kita belum ke sana (PPATK). Tapi kita tetap ke bank," sebutnya.

Motif tersangka membuat situs nikahsirri.com semata karena faktor ekonomi.

[mdk/ded/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera