Pendidikan

Pendidikan

Dianiaya OTK, 2 Personil Pol PP di Padang Nyaris Tewas

PADANG – Dua anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang nyaris tewas oleh sekelompok orang tak dikenal menggunakan senjata tajam (Sajam,red) di depan Taman Budaya, Jalan Diponegoro, Kecamatan Padang Barat, Padang, Senin (11/9) sekitar pukul 23.45 WIB.

Beruntung dua anggota penegak perda bernama Fuzi dan Hendro dapat melarikan diri untuk menyelamatkan dirinya. Sedangkan orang tak dikenal yang diketahui berjumlah lima orang, dua di antaranya berhasil diamankan petugas Satpol PP Padang dan telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Penuturan dari Fuzi kepada wartawan mengatakan, kejadian itu berawal ketika dia bersama Hendro sedang menjalankan tugas untuk melakukan penyelidikan di sepanjang Jalan Diponegoro, dengan menggunak sepeda motor yang dikendarainya. Sebab, lokasi tersebut masih aktif transaksi pekerja seks komersial (PSK) menggunakan mobil pribadi.

Saat mengendarai motor, kata Fuzi, dia melewati Jalan Hayam Wuruk menuju Jalan Diponegoro. Saat berada di depan Taman Budaya, tiba-tiba sepeda motor yang dikendarainya tersebut langsung disalip oleh sebuah mobil jenis Toyota Cayla. Seketika dia berhenti dan turun dari kendaraan roda dua miliknya, namun satu orang pria tidak dikenalnya yang berada di dalam mobil turun.

Kemudian pria itu menggeluarkan sebilah pisau dan mengacungkan ke arahnya, dengan spontan dia bersama Hendro langsung kabur ke arah Jalan Bundo Kandung. Alhasil, dia bersama Hendro selamat dari orang tersebut dan memberitahukan kejadian yang menimpannya kepada pimpinan.

Tak lama dari kejadian, puluhan personil Satpol PP Padang turun ke lokasi kejadian dan mencari tahu siapa pria tersebut. Pencarian tersebut dibagi dua tim ke lokasi dan salah satu tim yang menggunakan sepeda motor melihat salah satu pria yang diduga terlibat dalam kasus itu, sehingga mengejarnya.

Pria yang menggunakan sepeda motor itu, akhirnya menyerah setelah petugas memberhentikannya di kawasan Alang Laweh pada Selasa (12/9) sekitar pukul 00.20 WIB. Kemudian pria yang diketahui berinisial J langsung dibawa ke Mako Pol PP Padang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Setelah itu, petugas kembali melanjutkan pencarian ke arah Diponegoro. Akan tetapi, petugas yang menggunakan dua unit kendaraan roda empat dan empat unit sepeda motor mengelilingi lokasi itu, petugas tidak membuahkan hasil.

Namun saat petugas mencoba sekali lagi memburu pria itu sekitar pukul 01.40 WIB, pencarian tersebut membuahkan hasil di mana petugas memerogiki mobil yang dikendarai pria itu tengah melintasi Jalan Bundo Kandung, persis di depan Hotel Axana.

Pengakuan R kepada petugas di Mako Pol PP Padang bahwa dia melakukan perbuatan tersebut atas suruhan dari J. Namun, keterangan tersebut dibantah oleh J, di mana dia tidak pernah menyuruh orang untuk melakukan perbuatan tersebut.

Akan tetapi, pernyataan R tersebut diperkuat dari keterangan istrinya (pria berinisial R,red) yang juga berada di Kantor Satpol PP Padang. Dikatakannya, yang menyuruh suaminya melakukan perbuatan tersebut adalah J, sehingga suaminya terpaksa ikut karena berteman baik dengan J.

Sementara Plt Kasat Pol PP Padang, Yadrison mengatakan, dalam hal ini tidak ada luka serius yang dialami oleh anggotanya, hanya mengalami luka lecet saat mengejar pelaku tersebut. Diduga, pelaku yang hendak menusuk anggota Satpol PP Padang berjumlah lima orang.

"Kedua pria ini akan diserahkan hari ini (kemarin,red) juga ke Polresta Padang, karena telah berupaya melawan anggota yang sedang menjalankan tugas menggunakan sejata tajam. Ini sudah masuk ranah tidak pidana," jelas Yadrison.


(han/nas/rki)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera