Pendidikan

Pendidikan

Baku Hantam dengan Petugas, Napi Lapas Muaro Padang Nyaris Cakak Banyak

PADANG -- Warga binaan atau narapidana di Lapas Muaro kelas II A Padang nyaris cakak banyak. Hal itu disebabkan oleh dua orang napi terlibat baku hantam dengan petugas lapas saat akan dipindahkan ke Lapas Sawahlunto,  Rabu (27/9/2017) sekitar pukul 01.15 WIB dini hari.

Melihat peristiwa ini, sejumlah napi sempat tersulut emosi. Pihak kepolisian pun harus mengerahkan puluhan anggota bersenjata lengkap untuk mengkondusifkan suasana.  

Informasi yang dihimpun,  keributan ini berawal dari beberapa petugas lapas mengeluarkan dua napi bernama Nando Febriyan yang tersandung kasus pembunuhan dengan vonis 20 tahun dan Syafri Anto,  kasus narkoba yang divonis 5 tahun dari kamar sel. 

Kedua napi akan dipindahkan ke Lapas Sawahlunto. Baru saja keluar dari kamar, kedua napi baku hantam dengan beberapa petugas lapas tanpa alasan yang jelas.  Bahkan salah satu napi mengeluarkan pisau dari balik bajunya saat perkelahian berlangsung.  Beruntung,  dalam adu fisik ini tidak ada yang mengalami luka serius.

Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz mengatakan setelah mengetahui informasi itu pihaknya langsung langsung mengerahkan personel ke Lapas Muaro.

Setiba di sana,  personel langsung berjaga-jaga untuk mengkondusifkan situasi.  Pasalnya,  sejumlah napi sempat tersulut emosi karena ada bentrokan antara napi dengan petugas lapas. 

"Bukan bentrok, tapi perkelahian napi dengan petugas.  Karena sudah memakai pisau dan napi lain juga tersulut emosi,  kami langsung datang.  Alhamdulillah, hal yang tidak diinginkan bisa dicegah dan suasana bisa dikendalikan," kata Chairul Aziz kepada awak media, Rabu (27/9/2017).

Ia juga mengatakan kedua napi tersebut tersandung kasus pembunuhan dan narkoba diduga menolak dipindahkan ke Lapas Sawahkunto. Padahal sebelum memindahkan,  pihak keluarga sudah dipanggil dan sudah setuju keduanya dipindahkan karena di Lapas Muaro sudah Over kapasitas. 

Sementara itu,  Kalapas LP Muaro kelas II A padang,  Sri Yuwono membantah adanya terjadi insiden bentrok napi dengan petugas di dalam lapas.  Ia menyebutkan kedatangan polisi ke lapas saat itu hanya untuk pengamanan lapas karena beberapa menteri dan pejabat negara datang ke Padang. 

"Tidak ada bentrok napi dan petugas. Situasi di dalam lapas kondusif saja sejak semalam. Soal polisi banyak datang ke sini hanya mengamankan lapas karena pimpinan saya, Menteri Hukum dan HAM, datang ke Padang," kata Sri Yuwono, ketika dihubungi wartawan.

(han/ang/rki)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera