Pendidikan

Pendidikan

Zalimnya bos First Travel pakai uang jemaah buat tumpuk kekayaan

JAKARTA -- Kasus penipuan terhadap puluhan ribu calon jemaah umrah yang dilakukan biro perjalanan umrah First Travel terus menyorot perhatian. Sebabnya, ribuan orang gagal berangkat umrah padahal sudah lunas menyetor sejumlah uang.

Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni bos First Travel, Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan, dan sang adik Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki.

Terbaru, Mabes Polri mengungkap total jemaah First Travel yang mendaftar berjumlah 72.000. Temuan tersebut didapati penyidik ketika penyidik Bareskrim Polri menggeledah sejumlah rumah dan kantor milik bos First Travel.

"Jadi bukan 70.000 orang," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2017) kemarin.

Tak cuma itu, dari total 72.000 calon jemaah umrah, yang sudah diberangkatkan oleh First Travel belum ada setengahnya. Sebab First Travel baru memberangkatkan total 14.000 orang.

Artinya, jumlah dana yang sudah disetorkan ke First Travel bisa mencapai triliunan rupiah atau lebih besar dari dugaan awal Rp 550 miliar. Namun hingga kini dimana uang milik jemaah itu tak diketahui keberadaannya.

Lebih anehnya lagi, jumlah uang yang ada di delapan rekening milik First Travel yang sudah disita kepolisian jumlahnya sangat minim, yakni cuma Rp 1,3 juta saja. Selain itu, utang juga ternyata menumpuk. First Travel berutang sekitar Rp 24 miliar. Utang itu untuk membayar penginapan para jemaah di Mekkah dan Madinah sejak 2015 sampai 2017.

Pasangan suami istri itu juga berutang ke seseorang yang tak disebutkan namanya oleh polisi. Bahkan, nominalnya mencapai Rp 80 miliar. Lantas kemana uang milik jemaah yang sudah disetorkan ke First Travel?

Wakil Ketua Pusat Pelaporan Analisa Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae mengatakan aliran dana para calon jemaah umrah yang mencapai miliaran rupiah ternyata diinvestasikan ke aset pribadi, seperti mobil dan rumah. Aliran dana tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan penelusuran uang dan aset milik bos First Travel.

"Selain digunakan untuk memberangkatkan umrah, dana juga digunakan untuk kepentingan pembelian aset pribadi," katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (20/8).

Dian menambahkan, langkah menelusuri uang dan aset milik bos First Travel merupakan inisiatif dari PPATK. Mengingat kasus penipuan yang merugikan ribuan jemaah dan tidak tahu tempat uang setoran umrah ke First Travel.

"Jadi pasca-kasus ini bergulir, PPATK telah secara proaktif melakukan penelitian terhadap puluhan rekening yang terkait First Travel di beberapa bank," katanya.

Polisi sendiri telah menyita empat mobil, rumah mewah di Sentul City serta beberapa buku tabungan milik Andika dan Anniesa. Namun, barang pribadi itu sudah menjadi jaminan atas utangnya. Dari tabungan yang berasal dari 8 rekening, hanya 1 rekening yang berisi saldo. Jumlahnya hanya Rp 1,3 juta.

Selain itu, polisi juga menyita aset milik sang adik, Kiki, seperti rumah dan lima mobil.


[mdk/dan/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera