Pendidikan

Pendidikan

Untuk Pertama Kalinya Putra Papua Dipercaya Jadi Ajudan Presiden.

JAKARTA -- Sosok Kombes Pol Jhonny Edison Isir membuat sejarah di tubuh Polri. Untuk pertama kalinya, putra Papua dipercaya menjadi ajudan presiden.

Pria kelahiran Jayapura 7 Juni 1975 ini sebelumnya sudah beberapa kali mencatat sejarah. Dia juga putra Papua pertama yang masuk akademi kepolisian. Tak main-main, Jhonny Edison menyabet penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik tahun 1996. Presiden Soeharto langsung yang memberikan penghargaan ini saat pelantikan di Magelang.

Sejak kecil dia ditempa dengan kehidupan yang keras. Gaji ayahnya sebagai anggota polisi sering tak cukup. Maka Jhonny ikut berjualan nasi kuning untuk membantu perekonomian keluarga ketika duduk di bangku SMP Negeri 6 Jayapura.

Ditangisi anggota ketika pindah

Semasa menjadi Kapolres Jayawijaya (2013-2014), Jhonny Edison Isir yang pernah meraih Satya Lencana Seroja (1999), Satya Lencana 8 Tahun, Satya Lencana Dharma Nusa dan Satya Lencana 16 Tahun membuat berbagai gebrakan bagi anggota Polri di lingkungannya itu. Saat itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian masih menjabat sebagai Kapolda Papua.

Ketika akan berpisah dan dipromosi untuk menjadi Kapolres Manokwari (2014-2016), ratusan anggotanya di Mapolres Jayawijaya mengucurkan air mata dan mengantarkannya hingga naik pesawat terbang di Bandara Udara Wamena.

Dan tiga jabatan terakhir hingga mengantarkannya mendapat promosi menjadi ajudan Presiden Jokowi, suami dari Astrid Alice Parera ini sempat menjabat sebagai Wadir Reskrimum Polda Banten (2016), Dosen Utama STIK PTIK (2016) dan Direktu Reskrimsus Polda Riau.

Mantan Kapolda Papua yang kni menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw memberikan apresiasi yang sangat tinggi bagi mantan anggotanya itu.

"Amin. Luar biasa, kami mewakili Polda Papua menghaturkan banyak terima kasih kepada bapak Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal M Tito Karnavian," kata Irjen Paulus.

Prestasi yang diraih oleh Jhonny Edison Isir patut dibanggakan karena bisa menjadi contoh dan teladan bagi anak-anak Papua lainnya untuk mencapai impiannya.

"Karena dengan doa, semua cita, cinta dan impian bisa digapai, Prestasi Jhonny Edison Isir ini adalah contoh yang baik, bahwa putra Papua bisa menjabat dimana saja. Ini adalah sejarah bagi kita semua, bagi Indonesia dan ini seperti kado di HUT Kemerdekaan RI ke-72 oleh Presiden Jokowi," katanya dalam pesan singkat.

Sementara itu, secara terpisah Kombes Pol Jhonny Edison Isir yang dihubungi secara terpisah meminta dukungan dari semua pihak, baik warga Jayapura dan Papua umumnya.

"Puji Tuhan, Alhamdulillah. Terima kasih banyak ya, dan mohon dukungan doa agar pelaksanaan tugas dapat menjadi amanah, amin," katanya menjawab pertanyaan awak media.

Kapolri ungkap alasan Jokowi pilih putra Papua jadi ajudan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan alasan Presiden Joko Widodo memilih Komisaris Besar Jhonny Edison Isir menjadi ajudannya. Jhonny menjadi putra Papua pertama yang dipercaya menjadi ajudan.

Menurut mantan Kapolda Metro Jaya itu, Jokowi kerap melihat dirinya didampingi ajudan berasal dari Bumi Cenderawasih, Brigadir Stevanus. Atas dasar itu Jokowi akhirnya meminta dicarikan ajudan dari Papua.

"Kemudian saya sampaikan, 'pak, kalau bapak mau kebetulan ajudan kami yang lain di tiga angkatan darat, laut, udara itu 96 (angkatan) dan ada yang 96 polisi Adhi Makayasa. Akabri, Akmil, AL, AU, Akpol satu-satunya yang pernah Adhi Makayasa juara satu itu adalah yang ini, yang namanya Jhonny Edison," jelas Tito di Polda Metro Jaya, Rabu (16/8/2017).

Menurut Tito, mantan Dirkrimsus Polda Riau sudah mulai menjalankan tugasnya.
"Dia sudah mulai menjabat sejak kemarin. Tadi sudah ada tampil di DPR waktu pidato kenegaraan sidang," katanya.

Menurut Tito, dirinya mengajukan tiga nama untuk menjadi ajudan Jokowi. Namun, Jokowi lebih memilih Jhonny.

"Ada 3 orang ajudan, sudah tes. Tes lulus. Cuma ini kan masalah kalau namanya mencari ajudan bukan hanya masalah kemampuan, tapi juga klik enggak, ada chemistry enggak. Rupanya beliau begitu dihadapkan langsung mengatakan, 'ya saya pilih dia (Jhonny)'," pungkas Tito.

Jhonny merupakan lulusan terbaik Akpol 1996, berpengalaman dalam bidang reserse. Pria kelahiran Jayapura, Papua, 7 Juni 1975, itu sempat menjabat sebagai Dosen Utama STIK PTIK.

[mdk/did/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera