Pendidikan

Pendidikan

Turun Dari Sutet, Agustinus Dilarikan Kerumah Sakit






JAKARTA,  
Selama seminggu berada diatas Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) Jalan Yossudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Agustinus (48) Pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dijuluki manusia sutet itu di bantu oleh tim SAR dan Damkar akhirnya turun juga.
Aksi nekat Agustinus sempat membuat heboh warga setempat dan pengguna jalan umum karena aksi ekstremnya dengan memanjat ketinggian SUTET.
Aksi ekstrim Agustinus yang dilatarbelakangi sebagai bentuk protes kekecewaan salah satunya terhadap "partai koruptor" yang menuntut di bubarkan sempat membuat petugas penyelamat panik. Pasalnya, Agus kerap mengancam petugas penyelamat dengan bensin dan korek api yang selalu di bawanya selama berada di atas Sutet.
Berkat kesabaran petugas, kini, Agustinus berhasil di evakuasi dengan selamat, Selasa (22/8/2017). Meski begitu Agustinus nampak kelelahan, tubuhnya lemas setelah sepekan berada di ketinggian Sutet berdaya listrik 500 kV.
Mengetahui kondisi Agus yang kelelahan petugas siaga tanpa buang waktu langsung memberi oksigen dan membawanya ke Rumah Sakit Koja untuk mendapatkan layanan kesehatan.
"Sebelumnya sudah berulang kali dibujuk tapi tetap tidak mau turun juga. Sekarang kita bujuk lagi, alhamdulillah ia mau turun dan petugas langsung bergerak mengevakuasinya," kata Satriadi Gunawan, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jakarta Utara, saat menyaksikan sekaligus mengarahkan prosesi evakuasi Agus.
Ia mengungkapkan perbuatan nekat Agustinus bukan yang pertama memanjat ketinggian. Sebelumnya, kata dia Agus kerap melakukan hal yang sama seperti di Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
"Apa yang dilakukan Agustinus itu sangat membahayakan bukan saja pada dirinya namun bisa berdampak pada orang lain dan lingkungan setempat. Saya harap perbuatan ini jangan sampai di tiru, kalaupun merasa ada ketidak puasan terhadap apapun sampaikan dengan cara yang wajar. Jangan dengan cara yang nekat atau sekedar mencari sensasi publik," imbuhnya. (Edi)


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera