Pendidikan

Pendidikan

Teror Barcelona: Polisi tangkap 5 pelaku, 4 ditembak mati

BARCELONA -- 13 Orang tewas dan 100 lainnya luka dalam insiden mobil van tabrak sekumpulan orang di Las Ramblas, jalan terkenal di Barcelona, Catalan, Spanyol pada Kamis (17/8/2017) waktu setempat. Kejadian mengerikan ini diklaim sebagai ulah ISIS.

Polisi di Catalan pun bergerak cepat. Lima orang terduga pelaku dikabarkan telah ditangkap. Empat ditembak mati.

Dikutip dari CNN, Jumat (18/8/2017), Penyiar televisi Spanyol, TVE, melaporkan bahwa lima teroris ditangkap, empat tewas.

Kepolisian telah men-tweet bahwa sebuah insiden di Cambrils, Spanyol sebagai sebuah serangan teroris. "Kami bekerja dengan asumsi bahwa kejadian di Cambrils terkait dengan serangan teroris. Kami telah menangkap yang diduga bertanggung jawab," pernyataan resmi polisi setempat.

Polisi Catalan mengatakan kepada CNN, bahwa dugaan teroris telah dinetralisir, namun menolak untuk mengkonfirmasi kematian mereka.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan, serangan teror Barcelona adalah terorisme jihad. "Saya ingin juga mengekspresikan solidaritas saya dengan seluruh Spanyol ke kota Barcelona, hari ini dilanda terorisme jihad, seperti kota-kota lain di dunia," kata Rajoy.

"Saya ingin kata-kata pertama saya di Barcelona menjadi dukacita, ingatan, dan solidaritas kepada para korban serangan ini, dan kepada anggota keluarga dan teman mereka," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Sebuah van dengan membabi buta menabrakkan kerumunan turis yang tengah berada di Las Ramblas, jalan terkenal di Barcelona Spanyol pada Kamis (17/8) waktu setempat. Sedikitnya, 13 orang dinyatakan tewas. Serangan ini diklaim dilakukan oleh ISIS.

Pihak berwenang mengatakan jumlah korban tewas bisa meningkat, dengan lebih dari 100 orang terluka, beberapa di antaranya serius.

Diberitakan reuters, saksi mata mengatakan, van putih itu berjalan zigzag dengan kecepatan tinggi di Las Ramblas, sebuah jalan yang ramai penuh dengan turis. Banyak perjalan kaki berjatuhan, mayat bergelimpangan.

Turis Inggris, Keith Welling, yang tiba di Barcelona pada hari Rabu bersama istri dan anak perempuannya yang berusia 9 tahun, mengatakan, mereka melihat van tersebut melewati mereka menyusuri jalan raya. Dirinya pun berlindung di sebuah restoran saat kepanikan terjadi dan puluhan bahkan ratusan orang mulai berlari.

"Orang-orang berteriak dan kami mendengar suara ledakan dan seseorang berteriak bahwa itu adalah tembakan. Saya dan keluarga saya berlari ke restoran bersama sekitar 40 orang lainnya.

"Awalnya orang gila di sana, banyak orang menangis, termasuk seorang gadis kecil usia sekitar tiga tahun," tambahnya.

Itu adalah serangan paling mematikan di Spanyol sejak Maret 2004. Sebelumnya, militan ISIS pernah melakukan aksi bom di kereta komuter di Madrid. Dalam aksi ini, sedikitnya 191 orang tewas dan melukai lebih dari 1.800 orang. [mdk/rnd/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera