Pendidikan

Pendidikan

Terkait Kinerja Dianggap Pencitraan, Walikota Jakut Enggan Berkomentar








JAKARTA, 

Walikota Jakarta Utara Husein Murad enggan memberikan komentar terkait kinerjanya yang di anggap hanya pencitraan semata.

Dikutip dari Rmoljakarta.com, Koordinator Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Jakarta Utara, Sidik Dahlan menilai Walikota Jakarta Utara Husein Murad selama satu bulan menjadi walikota masih di sibukkan dengan sepak terjangnya yang beraroma pencintraan.

Ketika beritalima.com mengkonfirmasi hal tersebut kepada Husen Murad Walikota Jakarta Utara melalui Whasapp masenggernya pada Selasa malam (15/08/2017), pihaknya enggan menjawab dan hanya di baca.

Sebelumnya Sidik Dahlan menyebutkan, sampai saat ini Walikota Jakarta Utara belum menyentuh program pokok dari Gubernur DKI Jakarta salah satunya ialah program bulan tertib trotoar.

"Kerja Walikota Jakarta Utara cuma pencitraan doang, seperti masuk gorong-gorong sambil diliput media. Sementara penertiban trotoar masih nol besar," ujar Sidik.

Menurut Sidik, salah satu tugas utama Husen Murad saat dilantik oleh Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat pada 13 Juli 2017 lalu ialah melakukan penertiban trotoar dari Pedagang kaki lima, parkir liar dan pelanggaran alih fungsi lainnya sesuai dengan 
Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 99 tahun 2017 tentang bulan tertib trotoar.

Dikatakan Sidik, pelanggaran trotoar paling marak terlihat di kawasan Tanjung Priok, Pademangan dan Koja. Sidik juga menilai selama satu bulan ini Walikota Jakarta Utara hanya tampak fokus pada penataan Taman BMW saja. 

Padahal menurut Sidik masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan Husein Murad. Ia mencontohkan beberapa pekerjaan rumah yang sedang menanti Walikota Jakarta Utara yakni antara lain pembenahan Terminal Tanjung Priok, Waduk Bisma atau yangnbiasa dikenal dengan Waduk Cincin, Danau Sunter dan Waduk Marunda. (Edi)



bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera