Pendidikan

Pendidikan

Namanya Masuk Dewan Penasehat Saracen, Eggy Sudjana: Dari Nama Saja Sudah Enggak Logis Saya Ada di Situ

JAKARTA -- Pihak kepolisian telah menangkap tiga orang pelaku penebar ujaran kebencian berbau SARA melalui akun Facebook yang tergabung dalam grup Saracen. Nama Eggy Sudjana, eks pengacara Habib Rizieq dan First Travel disebut-sebut menjadi dewan penasihat dalam organisasi Saracen tersebut.

Eggy pun membantah masuk menjadi bagian Saracen. Dia lantas menjelaskan Saracen adalah sebuah istilah buat kaum Muslim dalam perang salib ratusan tahun lalu.

"Saracen itu suatu istilah yang dikaitkan dengan zaman ratusan tahun yang lalu tentang perang salib. Maka diambilah istilah Saracen untuk menamai atau melabeli orang-orang Islam yang musti dikerjain. Jadi logika sehatnya dari segi nama saja, enggak mungkin saya masuk di situ untuk dinamai dengan label Saracen yang sebenarnya menghina diri kita sebagai muslim," kata Eggy di acara diskusi Warung Daun, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8/2017).

"Dari segi nama saja sudah enggak logis saya ada di situ," sambungnya.

Selain itu, Eggy melihat apa yang disampaikan oleh salah satu tersangka Jasruadi yang menyebut dirinya sebagai dewan pembina baru terkonfirmasi.

"Ini belum legal, belum konfirmasi ke saya, dan sudah ditarik lagi, ditutup lagi," tegasnya.

Oleh sebab itu, dia meminta Polri cermat dalam melihat kasus ini. "Jadi kalau menurut teori penyelidikan, saya minta Mas Pudjo dengan cermat melihat sebagai penegak hukum. Saya juga jangan lupa penegak hukum ini, advokat. Penyelidikan itu upaya serangkaian tindakan dari penyidik untuk membuat terang benderang tindak pidana," pungkasnya.

Bingung namanya masuk Saracen, Eggy Sudjana ogah hadir jika dipanggil polisi

Pengacara Eggy Sudjana meminta pihak kepolisian menyelidiki namanya disebut menjadi dewan penasihat dalam Saracen. Dia mengaku tak tahu menahu mengapa ada namanya dalam Saracen.

"Saya bertanya dari situ, tolong terang benderangkan, jelaskan kenapa ada nama Eggy Sudjana di situ? Jangan malah nanya ke saya. Saya sendirikan sebagai korban tidak tahu," katanya di acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8/2017).

Eggy menegaskan tak akan hadir apabila dipanggil pemeriksaan oleh polisi. Dia baru akan hadir apabila kepolisian menjelaskan kenapa namanya muncul dalam kasus ini.

"Salah berat lah (kalau saya dipanggil). Enggak ngerti hukum berarti ini. Kalau mengerti tentang hukum acara pidana. Ini kan hukum acara pidana," tegasnya.

Oleh karena itu, dia meminta kepolisian untuk benar-benar meneliti kasus ini dengan benar dari mana namanya bisa muncul hingga dia dituding sebagai dewan penasihat Saracen.

"Pak Pudjo tolong periksa mereka ini (yang menudingnya), kalau enggak, ini berarti nantang perang, dan saya sambut perang ini, saya lawan mereka ini," pungkasnya.


[mdk/dan/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera