Pendidikan

Pendidikan

Minta Apartemen, DPR Dinilai Hanya Habiskan Uang Rakyat

JAKARTA -- Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengkritisi rencana DPR membangun apartemen untuk anggotanya. Dia mengatakan, lebih baik anggota DPR fokus membenahi kinerja yang dinilainya sudah semakin merosot.

"Mereka sebenarnya maunya apa, dulu mau gedung, sekarang mau apartemen, nanti mau kolam renang. Itu semua cita-cita yang mungkin banyak di-iya-kan kalau berbanding lurus dengan kepuasaan publik. Nah sekarang kepuasaan publik di titik paling nadir," katanya di Jakarta, Jumat (11/8/2017).

"Termasuk prolegnas, attitude, dan lain-lain. Jadi saya pikir rakyat susah untuk mengerti selama mereka tidak melihat manfaat gedung atau apartemen," tambah Ray.

Dia membandingkan kinerja anggota legislatif itu dengan KPK. Menurut Ray, DPR saat ini bekerja hanya untuk menghabiskan uang rakyat namun tidak sebanding dengan kinerjanya.

Bahkan, Ray mengungkapkan, kinerja anggota DPR berbanding terbalik dengan etos kerja lembaga antirasuah yang diapresiasi tinggi oleh publik.

"Nah ini jangan sampai kepuasaan di titik nadir, mereka minta duit. Sedangkan KPK, yang kepuasaan publiknya di titik tertinggi, minta duit mereka marahin. Terus maunya apa? Publik enggak pernah marah kalau KPK minta, karena memang tingkat kepuasannya tinggi," ungkapnya.

Menurutnya yang diperlukan adalah DPR hadir untuk rakyat bukan malah ribut untuk membangun apartemen atau mempercantik gedung DPR yang menggunakan uang rakyat.

"Karena yang diminta publik itu bukan gedung yang mewah tapi kerja politik yang mewah. Kerja politik yang mewah itu yg kita tunggu, yang rasional, yang berpihak kepada rakyat," tandasnya.


[mdk/noe/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera