Pendidikan

Pendidikan

Korban Penipuan First Travel Asal Sumbar Datangi Polresta Padang

PADANG -- Korban First Travel makin hari makin bertambah. Perusahaan yang dipimpin oleh Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan tersebut makin berada di ujung tanduk karena laporan dari berbagai daerah dan tempat di Indonesia.

Terbaru dari, salah seorang korban biro perjalanan yang beroperasi sejak 1 Juli 2009 tersebut datang dari Kota Padang. Setelah sebelumnya, nenek Martini yang gagal berangkat akibat ditipu First Travel, kali ini seorang pria bernama David Kasidi (37), warga Batuang Taba nomor 25 RT 01 RW 01, Kelurahan Batuang Taba Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung melaporkan kasus tersebut ke Mapolresta Padang, Jumat (25/8) siang.

Dalam laporan dengan nomor : LP/1727/K/VIII/2017/SPKT Unit 1 tanggal 25 Agustus 2017, David yang didampingi oleh sang istri menceritakan awal dirinya mencium ketidakberesan yang terjadi dengan First Travel.

"Saya sempat mendapatkan program umrah murah pada tahun 2016 lalu melalui First Travel. Saya tertarik dan kemudian menyetorkan uang sejumlah Rp.15.500.000 kepada pihak agennya, dengan perjanjian saya akan diberangkatkan pada bulan April 2017," ucap David.

Namun, setelah bulan April 2017 saya tidak juga kunjung diberangkatkan, saya dijanjikan terus hingga bulan Mei Bahkan proses pengembalian uang yang mereka janjikan tidak juga ada sampai sekarang ini," katanya sembari menunjukkan laporan polisi dan formulir pengisian pengembalian dari First Travel kepada sejumlah awak media.

Ia mengklaim bahkan mendatangi langsung kantor First Travel yang berada di kawasan Depok, Jawa Barat tersebut untuk menanyakan pengembalian uangnya.

"Namun, mereka lagi-lagi memberikan janji manis saja. Sekarang ini saya hanya ingin uang saya dikembalikan 100 persen. Setelah ini, niat saya untuk ke tanah suci tersebut akan tetap berlanjut dengan mencari agen perjalanan yang lain dan resmi," tambahnya.

Sementara itu, Kapolresta Padang, Kombes Chairul Aziz kepada wartawan menjelaskan bahwa saat ini pihaknya belum berencana untuk mendirikan posko pengaduan korban First Travel yang ada di Kota Padang.

"Kami belum dirikan (posko) itu, walau sudah ada korban yang melaporkan kejadian tersebut ke polisi, dalam hal ini Polresta Padang. Yang jelas kita akan tetap menerima setiap laporan masyarakat terkait dugaan penipuan yang dilakukan First Travel tersebut. Apakah kasus ini akan kita limpahkan ke Mabes Polri atau tetap di Padang. kita lihat saja," ujarnya.


(han/adl/rki)


bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera