Pendidikan

Pendidikan

Jokowi Sebut Duduk di AC Istana Enak, Tapi Tidak Selesaikan Masalah

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo kerap melakukan blusukan ke daerah-daerah di Indonesia. Hal tersebut sengaja dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi masalah atau mendengarkan keluhan masyarakat secara langsung.

"Kalau hanya duduk di AC istana memang enak, tapi tidak selesaikan masalah kalau tidak tahu langsung di lapangan. Persoalan kita masih besar, tantangan banyak yang perlu diperbaiki, dibenahi," katanya dalam acara Silaturahmi Nasional di Kemayoran, Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku, akan segera mengunjungi Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Sebab, dia menilai, jika tidak melihat langsung permasalahan bagaimana bisa menyelesaikannya.

"Saya belum pernah pergi ke Pulau Rote. Belum. Tapi sebentar lagi saya mau ke sana supaya kita tahu betul rakyat kita kesusahannya seperti apa. Kalau kita tidak merasakan itu, bagaimana selesaikan masalah yang ada di mereka," tegasnya.

Jokowi mengungkapkan, dengan menyelesaikan permasalahan di masyarakat maka akan dapat menumbuhkan rasa optimisme. "Ini tugas kita semua. Mari kita semua optimis karena negara kita patut optimis," tutupnya.

Jokowi: Jangan lagi bicara hoax, ribut soal patung dan SARA!

Presiden Joko Widodo mengingatkan sesama anak bangsa tidak saling serang sehingga bisa menimbulkan perpecahan. Dia meminta semua pihak bisa menahan diri agar tercipta suasana tenang dan damai.

"Jangan lagi bicara hoax, ribut soal patung, ribut soal SARA, sibuk adu domba antar-kita sendiri, sehingga energi kita akan habis untuk hal tidak produktif," kata Jokowi.

Jokowi menyampaikan itu saat menghadiri acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) II Pendukung Setia Jokowi di Hall A2/3, Ji-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017).

"Saya ingatkan semua untuk setop mencela, menjelekkan, menyalahkan di antara saudara sebangsa setanah air," tambahnya.

Menurutnya, perlu kerja keras untuk menyebarluaskan nilai-nilai optimisme, positif kepada seluruh masyarakat. "Jangan sampai terjebak pada pesimisme karena optimisme, rasa bangga sebagai bangsa Indonesia sangat penting," tuturnya.

"Tantangan baru di depan mata kita, perkembangan teknologi baru sebentar lagi mengubah cara hidup manusia, pola interaksi," tandasnya.

Jokowi minta relawannya ikut pelototi dana desa

Presiden Joko Widodo meminta semua pihak mengawasi aliran dana desa dari pemerintah pusat. Diketahui, belakangan banyak kepala desa dan pejabat berwenang tertangkap karena kasus penyalahgunaan dana desa.

Jokowi mengatakan, alokasi dana desa dari APBN sangat besar yakni Rp 127 triliun. Karena itu, di hadapan ribuan relawannya, Jokowi minta masyarakat ikut mengawasi penggunaan dana pembangunan infrastruktur desa tersebut.

"Tapi hati-hati, saya titip, kita hati-hati yang namanya dana desa, saya ingin kita semua ikut awasi. agar ada peningkatan kesejahteraan di sana. Total Rp 127 triliun, ini besar sekali. Tapi hati-hati. Saya minta kita semua ikut awasi, kontrol agar uang ini tidak dikorupsi, diselewengkan, tidak hilang dan bisa perbaiki infrastruktur desa, bangun di desa membantu pemberdayaan masyarakat desa," kata Jokowi saat menghadiri acara Silatnas II relawan Jokowi di JIexpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Jokowi yakin, dana desa sangat penting untuk pemerataan pembangunan dan perekonomian desa. Karena itu, dia ingatkan, rakyat harus ikut mengawasi. Setiap desa, minimal mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 800 juta.

"Jangan sampai diselewengkan aparat pemerintahan desa," kata Jokowi.

[mdk/rnd/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera