Pendidikan

Pendidikan

Bunuh Diri Lompat dari Jembatan, Pria di Sijunjung Ditemukan Tewas

SIJUNJUNG -- Seorang pemuda bernama Hamdi (20) warga Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung ditemukan tewas seteleh nekat terjun dari atas jembatan,Jumat (25/8/2017). Korban ditemukan mengapung 500 meter dari tempat korban terjun.

Dari informasi yang diperoleh,  peristiwa yang menggegerkan Tanjung Ampalu tersebut, terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Berawal ketika itu korban oleh sejumlah saksi mata terlihat mendadak terjun bebas ke sungai di seputaran Tapian Jugiak Batang Ombilin Jorong Simpang Tiga,Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII.

Karena dinilai janggal, terjun bebas tanpa melepas pakaian, spontan mengundang kecurigaan sejumlah warga sekitar. Setelah beberapa saat diamati, ternyata benar tubuh korban tidak kunjung muncul kepermukaan, hingga para warga seketika itu langsung bahu-membahu memberikan pertolongan.

Kapolsek koto VII AKP Suyanto mengatakan bahwa seorang saksi mata yang kebetulan sedang menjaring ikan di sekitar TKP mengaku ikut terkejut melihat kejadian tersebut.

Menurut saksi ketinggian jembatan mencapai lebih dari 10 meter, hingga diyakininya siapapun yang terjun sangat tipis dapat selamat.
 "Awalnya dia sempat mengira obyek yang jatuh adalah bungkusan barang. Namun, ternyata sesosok tubuh manusia," terang Kapolsek.

Puluhan warga yang melakukan pencarian sekitar lebih 2 jam dibantu Anggota Polsek Koto VII, Tim BPBD Sijunjung dan warga akhirnya menemukan tubuh korban.

Namun, sayang kondisi korban sudah tidak bernyawa lagi. Selanjutnya korban dievakuasi menuju Puskesmas Tanjung Ampalu, serta dibawa kembali ke rumah duka, jorong Simpang Tiga Tanjung Ampalu Nagari Limo Koto.

Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Maka besar kemungkinan kematian korban bermotif bunuh diri.

Orangtua korban, Masri (59)mengaku, semenjak dua hari terakhir korban sempat terlihat suka menyendiri dan mengurung diri.  Entah disebabkan masalah apa, anggota keluarga tidak mengetahuinya.

"Dua hari lalu bahkan almarhum sempat mendadak marah-marah pada adiknya maupun ke kami sendiri," imbuh Masri, singkat.


(han/ogi/rki)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera