Pendidikan

Pendidikan

Bos First Travel juga punya utang di Mekkah dan Madinah Rp 24 miliar

JAKARTA -- Pihak kepolisian masih terus mengusut tuntas atas karut marut yang terjadi di biro perjalanan haji dan umrah First Travel. Penyidik baru menyita uang sebesar Rp 1,3 juta dari 8 rekening First Travel. Sejumlah mobil milik bos First Travel disita. Ribuan paspor calon jemaah juga diamankan untuk barang bukti.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak mengatakan, dari penyidikan sementara, First Travel ternyata juga memiliki utang sekitar Rp 24 miliar. Utang itu untuk membayar penginapan para jemaah.

"Ada hotel di Mekkah dan Madinah, itu melapor ada beberapa hotel menyampaikan ada utang penginapan di sana yang belum dibayar, kurang lebih Rp 24 miliar, sejak 2015 sampai 2017," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jumat (18/8/2017).

Polisi telah menyita mobil, rumah serta beberapa buku tabungan. Tetapi, Herry menjelaskan kalau barang pribadi tersangka sudah menjadi jaminan atas utangnya.
"Jumlah harta, rumah, mobil dan kantor, itu dijaminkan karena utang," katanya.

Sebelumnya, Penyidik Bareskrim Mabes Polri menyita enam unit mobil mewah milik bos First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari. Kini, keenam mobil mewah tersebut berjejer rapi di halaman Bareskrim Polri Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta Pusat dan sudah digaris polisi.

Salah satu petugas polisi yang sedang berjaga mengungkapkan jika mobil-mobil tersebut sudah ada di lokasi sejak Sabtu (12/1) kemarin.

"Iya, sejak hari Sabtu mobilnya. Ada enam mobil," singkat polisi yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di lokasi, Senin (14/8).

Bos First Travel berutang Rp 80 M, aset yang disita ternyata dijaminkan

Polisi telah menyita beberapa aset milik bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan terkait penipuan jemaah calon umroh. Namun ternyata aset itu sudah digadaikan sebagai jaminan. Selain itu juga, penyidik juga menemukan utang bos First Travel kepada seseorang.

"Dia ini masih ada utang sama orang Rp 80 miliar," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak di Polda Metro Jaya, Jumat (18/8/2017).

Dalam hal ini, Herry belum dapat memastikan utang itu berkaitan atau tidak dengan calon jemaah haji umroh First Travel. Polisi masih menyelidiki temuan tersebut.

Selain terlilit utang Rp 80 miliar, bos First Travel juga diketahui masih menunggak pembayaran penginapan untuk para jemaah di Mekkah dan Madinah. Di mana utangnya mencapai miliaran rupiah.

"Ada hotel di Mekkah dan Madinah, itu melapor ada beberapa hotel menyampaikan ada utang penginapan di sana yang belum dibayar, kurang lebih Rp 24 miliar, sejak 2015 sampai 2017," katanya.

Lebih lanjut, Herry dari beberapa aset yang sudah disita seperti kantor First Travel dan rumah di Sentul City, Bogor, ternyata semua dijadikan jaminan utang.

"Telah dijaminkan ke orang karena punya utang," tandasnya.


[mdk/noe/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera