Pendidikan

Pendidikan

Anak Buah Akeng Akui Karaoke "New Permata Indah" Jual WTS


BATAM -- Dua terdakwa Jhoni alias "Atek" dan Ade Fransiska alias "Ucok" yang merupakan anak buah Akeng pemilik tempat karaoke New Indah Permata Windsord, Nagoya mengakui bahwa tempat hiburan yang mereka kelola menyediakan wanita tuna susila (WTS) atau penghibur lelaki hidung belang.

Kedua terdakwa hanya pekerja, dimana Atek sebagai papi, sedangkan Ade merupakan kasir. Sementara Apau selaku manejer dan Akeng selaku pemilik tempat, kabur alias DPO.

Hal ini diungkapkan kedua terdakwa di ruang sidang Cakra PN Batam di hadapan hakim ketua Iman Budi Putra Noor didampingi dua hakim anggota dengan Jaksa Penuntut Umum(JPU) Rumondang Manurung.

"Kalau showtime Rp500 ribu tetapi kalau full booking Rp1 juta dan separoh untuk pekerja seksnya, separoh lagi untuk karaoke, namun diambil setiap bulannya," kata Atek yang merupakan papinya, Rabu(16/8/2017).

Selain itu, lanjut dia, baru bekerja dua bulan sebagai papi dan sebelumnya bekerja sebagai service AC dengan lebih kurang 30 orang untuk melayani lelaki hidung belang.

"Namun pekerjanya tidak ada yang di bawah umur yang mulia, dimana usianya berkisar 23 tahun ke atas," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ade Fransiskus. Ia mengatakan, dirinya hanya bertugas menerima uang dikasir jika ada tamu yang memboking atau showtime dan membukukannya serta saat karaoke tutup menyerahkan uang terhadap bosnya.

"Kalau urusan booking biasanya saya hanya menerima uang dan tamu membooking akan berurusan terhadap mami dan ruang karoeke ada 23 room," terangnya.

Sementara itu, JPU Romondang membacakan keterangan saksi korban Yola dan Sri Murtini secara tertulis mengatakan, kedua saksi bekerja sebagai PR dan kalau dibooking tamunya separoh hasil hubungan seksual diserahkan terhadap pemilik karoeke.

Seperti diketahui, mula-mula pada hari Senin tanggal 20 Maret 2017 sekira pukul 20.00 Wib, Tim Ditreskrimum Polda kepri datang ke Tempat kejadian perkara untuk melakukan penyelidikan dengan cara undercover.

Adapun kegiatan yang dilakukan di Karaoke New Permata Indah, Windsor Foodcourt, Nagoya, Kec. Lubuk Baja, Kota Batam dengan cara memperlihatkan (show) para PR (public relation) kepada setiap pengunjung untuk dipilih. Baik untuk menemani karaoke maupun untuk menemani pengunjung hubungan suami istri. Setelah pengunjung memilih PR , kemudian pengunjung langsung membawa PR tersebut untuk menemaninya karaoke.

Setelah selesai karaoke barulah pengunjung membayar upah PR tersebut kepada Papi Atek, mami, ataupun kasir Ade, namun apabila PR akan dibawa untuk melakukan persetubuhan layaknya hubungan suami istri.

Maka pengunjung tersebut harus terlebih dahulu membayar sesuai dengan tarif yang di tentukan oleh pengelola, barulah pengunjung dapat membawa PR tersebut. Bahwa tarif yang ditentukan oleh pengelola Karaoke Permata Indah Windsor Nagoya Kota Batam.

Untuk jasa PR menemani tamu yang sedang berkaraoke hingga selesai yaitu sebesar Rp.300 ribu. Untuk jasa PR melayani tamu yang ingin berhubungan seksual atau berhubungan badan dengan PR hanya sekali berhubungan badan yaitu sebesar Rp500 ribu.

Bahwa untuk jasa PR yang melayani tamu penuh (booking sehari) yaitu sebesar Rp.800ribu hingga Rp.1 juta dan atas perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) UU NO.21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

(rso/pri)



AMOI # aliansi media online & telekomunikasi Indonesia

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera