Pendidikan

Pendidikan

Tukang Parkir dan Satpol PP Padang Baku Hantam Depan Masjid Nurul Iman

PADANG -- Seorang juru parkir diduga mengalami tindak kekerasan oleh puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang disaat terjadi penertiban terhadap juru parkir liar di Simpang Koto Tingga, jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Padang Timur pada Minggu (23/7) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Informasi nan berhasil dihimpun, korban, Rocky Indra Lesmana (33), warga Siteba, Kecamatan Nanggalo tersebut juga mengaku diancam akan dihabisi nyawanya jika nekad membuat laporan ke pihak kepolisian. Dirinya bercerita, saat kejadian, dirinya tengah mengendarai sepeda motor, tiba-tiba dirinya diberhentikan secara paksa oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian dari Polda Sumbar.

"Mereka mengaku sebagai anggota dari Polda Sumbar, sata tahu persis bahwa mereka bukanlah seorang polisi, melainkan seorang personil dari Satpol PP Kota Padang. Saya dipaksa untuk turun dari kendaraan saya dan disanalah saya mendapatkan perlakukan tidak mengenakkan secara kata-kata dan fisik, dan saya juga diancam untuk dihabisi jika melaporkan kejadian tersebut ke polisi," ungkap Rocky.

Ketika dirinya berhasil dibawa oleh pria yang diprediksi berjumlah enam orang berpakaian preman tersebut, Rocky mengaku dihajar beramai-ramai lewat pukulan oleh puluhan anggota Satpol PP Kota Padang hingga pingsan dan mendapat luka di sekujur tubuhnya. Merasa sudah mendapat perlakuan tidak pantas, pria tersebut kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dengan nomor laporan : LP/1488/K/VII/2017/SPKT Unit II/Polresta Padang tanggal 23 Juli 2017 dengan dasar laporan terkait pengeroyokan.

Sementara itu, Kasatpol PP dan Satlinmas Kota Padang, Dian Fakri saat dihubungi mengklaim bahwa personilnya tidak ada melakukan pemukulan terhadap Rocky, juru parkir yang dianggapnya bermasalah secara
mental dan kejiwaan tersebut.

Diungkapkan mantan Kadisnak Bunhut Kota Padang tersebut, Rocky pada saat itu ditegur oleh petugas Satpol PP Kota Padang lantaran diduga bertugas sebagai juru parkir liar di Masjid Nurul Iman.

"Sebenarnya begini, pada Minggu siang itu anggota kami tengah melakukan piket rutin di masjid Nurul Iman, untuk mencegah adanya parkir liar, dan ternyata benar ada ditemukan. Disana anggota saya bernama Wendri Saputra (27) mencoba untuk menegur pria tersebut karena meminta uang parkir kepada jamaah masjid yang hendak beribadah," terang Dian.

"Saat diperingatkan, terjadi keributan, dan anggota saya ada yang dipukuli hingga mengalami luka pada dagunya. Kami sudah laporkan juga ke polisi. Untuk diketahui, anak ini pernah berurusan juga dengan petugas kami pada  Mei 2017 lalu dalam kasus yang sama, dan itu sudah membuat surat pernyataan diatas materai 6000 yang ditandatangani oleh langsung olehnya. Namun, kali ini terjadi lagi dan malah makin panjang. Saya berharap, petugas terkait periksa sajalah kejiwaan anak tersebut," ucap Kasatpol PP mengakhiri.

Kapolresta Padang, Kombes Chairul Aziz berang begitu mengetahui adanya pemukulan oleh seseorang yang mengaku sebagai anggota kepolisian dari Polda Sumbar. Menurutnya, ini tidak bisa dibiarkan dan pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap sejumlah pria tersebut.

"Siapapun itu, jika sudah membawa nama instansi lain, termasuk Polri untuk melakukan tindakan main hakim sendiri, akan kami proses. Kami menjamin itu, jika terbukti akan ditindaklanjuti melalui hukum nan berlaku," tegas Kapolresta. 


(han/adl/rki)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera