Pendidikan

Pendidikan

Tolak Kunjungan Senator RI, Sikap Manajemen PT Medco Lukai Perasaan Masyarakat


ACEH TIMUR, ACEH -- Senator asal Aceh, H. Sudirman, mengungkapkan kekecewaan setelah kunjungannya ditolak oleh pihak manajemen PT. Medco E&P Malaka, perusahaan pengeksplorasi gas dan minyak bumi di kawasan Blok A Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. 

Menurut anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Aceh ini, sebenarnya banyak hal yang ingin ia sampaikan kepada pihak manajemen PT. Medco E&P Malaka pada kunjungan yang telah diagendakan Kamis (27/7/2017), terutama menyangkut hadir dan telah beroperasinya perusahaan besar tersebut di lingkungan Kecamatan Indra Makmur. 

Sikap penolakan yang secara terang-terangan ditunjukkan oleh pihak manajemen PT. Medco E&P Malaka berikut gabungan perusahaan kontraktor di dalamnya, jelas melukai perasaan masyarakat, mengingat kapasitas kunjungan dirinya ke perusahaan tersebut adalah sebagai penyampai aspirasi masyarakat setempat. Dengan adanya komunikasi, setidaknya bisa diurai persoalan-persoalan yang timbul lalu dicarikan jalan tengah untuk penyelesaian, sehingga persoalan yang ada tidak berlarut-larut ke depannya

"Hadirnya perusahaan besar di daerah ini idealnya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Namun fakta di lapangan, perusahaan ini tidak mengutamakan tenaga kerja lokal, sebagian pekerja merupakan orang dari luar Aceh. Seharusnya mereka memperioritaskan masyarakat setempat terlebih dahulu agar tidak terjadi kesenjangan sosial yang dapat menimbulkan gejolak antara perusahaan dengan masyarakat," papar senator yang lebih dikenal dengan sapaan "Haji Uma" ini.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa dirinya selaku putera daerah yang kebetulan saat ini mengemban amanah selaku senator juga merasakan apa yang selama ini dirasakan oleh masyarakat setempat. Bahwa kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sangatlah minim, keluh kesah yang dialami oleh masyarakat lingkar tambang, hingga keluh kesah masyarakat yang bekerja di tambang mulai dari pemecatan hingga masalah kontrak kerja.

Sejumlah tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan hal senada. Mereka menilai pihak perusahaan belum ada itikad baik terhadap masyarakat. Sederet bukti telah kami peroleh, mulai dari penyusupan tenaga kerja dari luar Aceh hingga masalah-masalah lain yang intinya perusahaan tersebut cenderung masabodo dan tidak menghargai kearifan lokal. 

(rkc/mab/ede) 





AMOI # aliansi media online & telekomunikasi Indonesia

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera