Pendidikan

Pendidikan

Saat Jokowi jadi pesulap


Jokowi hadiri hari Anak Nasional di Pekanbaru. ©2017 

PEKANBARU -- Presiden Joko Widodo beserta ibu negara Iriana Joko Widodo menghadiri peringatan Hari Anak Nasional di Pekanbaru, Riau. Tak hanya Iriana, Jokowi, panggilan akrabnya, juga didampingi sejumlah menteri serta Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Ada peristiwa unik dalam kunjungan Jokowi kali ini. Untuk menghibur ribuan anak-anak, Jokowi dibantu Ibu Negara Iriana Joko Widodo memainkan beberapa trik sulap dengan aksi jenaka.

Praktis, hal tersebut menambah meriah acara dengan hiruk pikuk anak-anak.

"Sekarang saya mau mengundang ibu negara, Ibu Jokowi ayo maju bu saya undang karena saya mau main sulap, saya sudah lima hari lima malam belajar sulap," ujar Jokowi dengan senyum lebar.

Pantauan dilokasi, terlihat satu meja hitam di panggung yang menjadi tempat perlengkapan sulap Presiden.

Trik pertama yang dimainkan Jokowi yakni mengubah sebatang tongkat menjadi bunga. Sedangkan, trik kedua memindahkan dua bola dari Jokowi ke Iriana, namun bola ternyata masih ada di Presiden dan juga ada tambahan bola di tangan Iriana.

"Ini kosong? kosong? Bolanya tadi ada di mana? Coba hitung," teriak Jokowi memberi aba-aba.

"Satu, dua, tiga," sambut anak-anak.

"Bolanya masih di sini, bolanya masih di ibu, ini namanya sulap," ujar Jokowi terkekeh.

Trik ketiga adalah mengeluarkan kotak-kotak kecil dari satu kotak hitam yang lebih besar. Tidak kurang ada 12 kotak kecil.

"Masih ada? Masih? Diambil lagi, sudah kosong, dihitung lagi," teriak Jokowi lagi memberi aba-aba.

"Satu, dua, tiga," jawab anak-anak dengan antusias.

"Coba ada tidak ya? Masih," ujar Jokowi mengeluarkan kotak ke-6.

"Masih tidak? Kosong? Kosong? Kosong" tanya Jokowi. Tidak lama ternyata masih ada beberapa kotak yang dikeluarkan dari kotak hitam tersebut.

Trik terakhir ia meminta bantuan seorang anak. Anak yang beruntung bernama Amin diminta menjadi asisten Jokowi untuk memasukkan tangannya ke kantong merah.

"Kosong? Sekarang coba saya akan minta kepada adik Amin untuk mengambil, tetapi pelan-pelan dan enggak boleh nengok, tadi kan kantongnya kosong, sekarang ada tidak?" tanya Jokowi.

"Ada," jawab Amin.

"Tadi kosong, sekarang ada ya? Apa?" tanya Jokowi lagi.

"Jam tangan," jawab Amin.

Kantong yang semula kosong itu kemudian ternyata berisi jam tangan. Amin pun turun panggung dengan mendapat jam tangan baru sambil menebar senyum puas.

Jokowi mengaku bahwa putra bungsunya Kaesang Pangarep yang menjadi pelatih sulap sebelum dirinya tampil.

"Di-training Kaesang, jadi saya dan Bu Jokowi di-training selama lima hari, setiap malam kalau pulang, malam pukul 23.00-24.00 WIB di-training, tidak tahu tadi bagus tidak, bagus ya?" kata Presiden.

Presiden mengaku tidak ada rahasia dalam trik sulapnya selain belajar lebih dulu. "Rahasianya belajar 5 hari," tambah Presiden.

Meski menjelaskan bahwa ia sudah berlatih, namun Presiden mengaku tidak jago bermain sulap. "Namanya bukan tukang sulap, tidak jago, baru 5 hari jadi kalau ketahuan sulapnya mohon maaf. Tadi anak-anak juga banyak yang tunjuk, 'Itu pak kelihatan Pak'," ungkap Presiden sambil tertawa.

Selain itu, Jokowi juga sempat memainkan permainan tradisional Indonesia yaitu gasing. "Ada yang tahu ini," tanya Jokowi sambil menggulung tali. Anak-anak pun menjawab benda yang dipegangnya itu adalah gasing.

Aksi Jokowi menghibur anak-anak disambut gelak tawa dari tamu undangan. Tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut dengan kamera handphone.

Setelah memainkan gasing, Jokowi menanyakan siapa yang bisa memainkannya. Seorang pelajar pria Sekolah Menengah Pertama di Pekanbaru tunjuk tangan dan disuruh maju oleh Jokowi.

Usai memainkan gasing, pelajar tersebut diberi hadiah berupa sepeda oleh Jokowi. Itu sepeda terakhir yang diberikan Jokowi. Pasukan pengamanan presiden (Paspampres) memberi sebuah kode.

"Oh iya sudah," kata Jokowi.




[mdk/eko/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera