Pendidikan

Pendidikan

Reaksi Anggota Dewan Soal PAD Kota Padang Jauh Dibawah Target

PADANG – Pencapaian realisasi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Padang untuk tahun anggaran 2016 hanya sebesar Rp391 miliar. Realisasi tersebut jauh dari target sebesar Rp476 miliar dan sangat mengecewakan.
Dalam rapat paripurna pandangan akhir fraksi terhadap Laporan Hasil Pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Padang tentang Pertangungjawaban Pelaksanaan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah tahun Anggaran 2016, Kamis (20/7/2017) kemarin, Fraksi Perjuangan Bangsa menilai bahwa Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Padang tidak mampu menggali potensi dan mengkoordinir OPD yang ada untuk peningkatan PAD.

"Padahal, masih banyak potensi pajak yang bisa digali, seperti parkir, tempat hiburan, tempat kuliner dan lainnya yang berjamur di setiap sudut Kota Padang," terang juru bicara Fraksi Perjuangan Bangsa (FPB) DPRD Kota Padang, Aprianto.

Dikatakan Aprianto, tugas utama Kepala Bappeda adalah merealisasikan target PAD yang dibebankan oleh Walikota. "Bukan sibuk mengiklankan diri dengan memasang baliho yang tidak ada kaitannya dengan target PAD," jelas anggota dewan termuda di DPRD Padang tersebut.

Aprianto juga mengatakan, masih ada OPD yang target pendapatannya di bawah 50 persen, sehingga target yang menjadi beban Walikota untuk mencapai pendapatan sebesar Rp1 triliun sepertinya masih sebatas wacana.
Untuk itu, Fraksi Perjuangan Bangsa meminta Walikota untuk menelusuri kenapa target yang diberikan tidak tercapai.

"Apa alasan dan kendalanya. Jika sudah diketahui pokok persoalannya, harus segera melakukan evaluasi kepada pimpinan OPD yang tidak mencapai target. Bila perlu diberhentikan dan digantikan dengan orang yang mampu bekerja. Kota Padang tidak membutuhkan orang yang suka tebar pesona, tetapi membutuhkan orang mampu kerja, kerja dan kerja untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Padang," tegas Aprianto.


(ede)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera