Pendidikan

Pendidikan

Pungli sertifikasi guru, giliran Kadisdik Sumsel diperiksa polisi

PALEMBANG -- Setelah sempat tertunda beberapa jam, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumatera Selatan, Widodo, akhirnya memenuhi panggilan polisi. Widodo diperiksa penyidik sebagai saksi dalam kasus dugaan pungutan liar sertifikasi guru yang dilakukan anak buahnya.

Widodo datang ke Mapolda Sumsel dengan menggunakan mobil Innova nomor polisi BG 1760 MD, Rabu (26/7/2017) pukul 17.30 WIB. Sebelum masuk ke ruang penyidik Jatanras, Widodo bersedia diwawancarai awak media.

Widodo mengatakan dirinya terlambat memenuhi panggilan penyidik lantaran harus menghadiri acara di Jakarta yang tak bisa diwakilkan. Dia meminta penyidik menunda pemeriksaan sampai kembali ke Palembang.

"Ada acara soal ujian nasional di Jakarta, makanya sore (baru diperiksa)," ungkap Widodo.

Terkait kasus pungli sertifikasi guru di instansi yang dipimpinnya, Widodo mengaku kerap memperingatkan anak buahnya untuk tidak melakukan pelanggaran hukum. Namun, dirinya membantah telah mengetahui sejak lama adanya aksi pungli dalam pengurusan sertifikasi guru.

"Sudah saya wanti-wanti, jangan, jangan, jangan. Semacam awareness gitulah," ujarnya.

Dari informasi dihimpun, selain Widodo ada lima saksi lain yang turut diperiksa, yakni berasal dari kepala SMA dan staf Dinas Pendidikan Sumsel. Di antaranya berinisial B, AZ, T, K, dan W. Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan masih berlangsung.


[mdk/cob/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera