Pendidikan

Pendidikan

Obati Pembengkakan Hati, Balita Ini Butuh Tambahan Biaya Rp900 Juta


JAKARTA -- Tiga bulan sudah bayi malang asal Kota Jambi ini dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Bocah bernama lengkap M Syahreza Andina (8 bulan) itu didiangnosa mengidap penyakit pembengkakan hati.

Perut Syahreza terus membesar. Transplantasi hati menjadi solusi yang ditawarkan pihak rumah sakit sebagai upaya penyembuhan bagi putra ketiga dari pasangan Andrizal dan Mutia Farina ini. 

Kepada awak media Andrizal memaparkan bahwa penyakit yang diderita putranya ini diketahui ketika baru berusia 1 bulan. Saat itu, mata, tubuh, urine dan buang air b0esar (BAB) Syahreza berwarna kuning.

"Kami bawa ke rumah sakit dan dokter. Ternyata anak kami mengalami pembengkakan hati, hatinya rusak," tuturnya.

Dikarenakan rumah sakit di Jambi belum bisa menangani penyakit ini, akhirnya putranya dirujuk ke RSCM. Sejak Mei 2017 hingga sekarang Syahreza dirawat. Pada 12 Juni lalu Syahreza dioperasi.

"Selain pembengkakan hati, empedu anak saya juga tersumbat karena ada kista. Operasi yang sudah dilakukan baru membuat saluran dari empedu ke usus," jelasnya.

Selama perawatan putranya, Andrizal mengaku biayanya ditanggung BPJS. Termasuk operasi yang sudah dilakukan. Namun, untuk melakukan transplantasi hati, dibutuhkan biaya tak kurang dari Rp900 juta. 

"Pihak BPJS hanya menanggung seperempat biaya operasi, atau Rp260 juta," ungkapnya.

Sebelum dilakukan trasnplantasi hati, terlebih dahulu harus dilakukan screaning terhadap pendonor hati dan penerimanya.

"Untuk screaning itu biayanya Rp40 sampai Rp50 juta. Tidak ditanggung BPJS," katanya.

Andrizal mengaku dirinya sendiri yang akan mendonorkan hati kepada anak ketiganya ini.

"Sekarang saya terus berusaha untuk mencari tambahan biaya transplantasi hati putra saya," kata Andrizal yang sehari-hari bekerja sebagai honorer di Pemerintah Kota Jambi.

Saat ini, Andrizal hanya bisa berdoa atas kesembuhan anaknya. Selain itu, dirinya masih berupaya mencari jalan keluar untuk memenuhi biaya transplantasi hati Syahreza.

"Dokter masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi anak saya sampai dinyatakan bisa dilakukan transplantasi hati. Karena, setelah operasi empedu, perut anak saya kembali membesar," jelas warga Jalan H Juanda RT 01 Mayang Mangurai Alam Barajo Kota Jambi ini.

Andrizal juga mengaku tidak menutup bantuan dari dermawan yang ingin membantu biaya pengobatan anaknya. 

Bagi anggota masyarakat atau pihak-pihak yang merasa terketuk hatinya untuk berdonasi, Andrizal siap dihubungi melalui ponselnya yang bernomor 0852 6664 5141. Ia juga memberikan nomor rekening istrinya, Bank BRI, 0606.01.010081.50.7 atas nama Mutia Farina, bagi anggota masyarakat atau pihak-pihak yang ingin berdonasi. 

(ijc/mik/ede) 






AMOI # aliansi media online & telekomunikasi Indonesia

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera