Pendidikan

Pendidikan

Kasus pungli sertifikasi guru Sumsel, sejumlah Kepala SMA diperiksa

PALEMBANG -- Pengungkapan kasus dugaan pungutan liar sertifikasi guru dengan tersangka tiga pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, terus bergulir. Untuk mendalaminya, penyidik memeriksa sejumlah Kepala SMA di Palembang.

Pemeriksaan berlangsung di Ruang Unit IV Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Rabu (26/7/2017). Pemeriksaan dimulai pukul 11.00 WIB dan hingga kini berita ini diturunkan masih berlangsung.

Pantauan dilokasi, setidaknya ada tiga Kepala SMA di Palembang yang sedang diperiksa penyidik. Nampak juga beberapa pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Pendidikan Sumsel.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Prasetijo Utomo mengungkapkan, pemeriksaan terhadap saksi untuk mengungkap aliran pungli yang dilakukan para tersangka dalam pengurusan sertifikasi guru. Hal itu juga untuk mengetahui dugaan adanya pungli lain.

"Ya, ada beberapa saksi yang dipanggil, itu dari kepala SMA," ungkap Prasetijo, Rabu (26/7/2017).

Rencananya, pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo. "Siang ini diperiksa di Jatanras," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, saber pungli Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan operasi tangkap tangan di ruang kerja Dinas Pendidikan Sumsel, Kamis (20/7). Polisi menggeledah setiap ruang diduga karena adanya pungutan liar sertifikasi guru.

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan tiga tersangka, yakni Asni (Staf Bidang PTK Disdik Sumsel), Kusdinawan (Kasi PTK SMA Disdik Sumsel) dan Syahrial Effendi (Kabid PTK Disdik Sumsel). Adapun barang bukti disita berupa uang Rp 36,65 juta dan amplop berisi uang puluhan juta hasil serahan kepala SMA dan individu.


[mdk/ded/rki]

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera