Pendidikan

Pendidikan

Jusuf Kalla Dukung Komitmen Pimpinan PTN/PTS Cegah Radikalisme

PADANG – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyaksikan rektor perguruan tinggi negeri dan swasta dari Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi mendeklarasikan anti radikalisme di auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu (15/7/2017). Wapres menyatakan mendukung komitmen para pimpinan PTN dan PTS tersebut untuk memerangi dan mencegah radikalisme di negeri ini.

Menurut Wapres, upaya mencegah radikalisme memang seharusnya dimulai dari institusi pendidikan. Namun, ia berharap deklarasi tersebut tidak sebatas deklarasi, tapi benar-benar diterapkan dikampus masing-masing. Wapres juga mengingatkan bahaya radikalisme yang marak terjadi akhir-akhir ini.

Deklarasi anti radikalisme sejumlah PTN dan PTS tersebut dipimpin Rektor UNP, Prof Ganefri. Ganefri mengatakan, deklarasi tersebut sengaja dilakukan melihat fenomena banyaknya tindakan radikalisme di Indonesia belakangan ini. Sebagai upaya anti radikalisme, di UNP sendiri ada mata kuliah anti radikalisme yang diberikan bagi  mahasiswa baru dengan beban kuliah dua SKS.

Wapres RI Jusuf Kalla dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Barat hari ini, Sabtu (15/7/2017), selain menghadiri deklarasi anti radikalisme para pimpinan PTN/PTS tersebut, juga meresmikan gedung baru UNP dan meresmikan masjib baru Baiturrahmah di jalan by pass.

Jusuf Kalla Minta Menkominfo Kejar Radikalisme di Internet  

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara untuk mengejar dan menindak tegas penyebaran radikalisme di Internet.

"Dewasa ini paling ekstrem penyebarannya adalah dengan teknologi. Karena itu Pak Menkominfo harus mengejar radikalisme di Internet, bagaimana kita mengejar bersama-sama ke situ," kata Wapres di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Sabtu, 15 Juli 2017.

Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Jumat, 14 Juli 2017, telah meminta Internet service provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap 11 domain name system (DNS) milik Telegram yang semula dapat diakses melalui PC karena mengandung konten radikalisme, ekstremisme, hingga yang mengarah pada terorisme.

Wapres Jusuf Kalla menyampaikan pernyataan tersebut menanggapi Deklarasi Anti-Radikalisme yang dilakukan sejumlah rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, dari Sumatera Barat, Jambi, dan Riau, di UNP.

Menurut Wapres, radikalisme sengaja disebarkan kepada anak-anak muda dengan "mencuci otak" mereka, bahwa ada jalan pintas mencapai surga dengan jihad. Paham seperti itu tidak bisa diperangi dengan kekerasan, tapi dengan memberikan pencerahan melalui pendidikan yang baik.

"Radikalisme tidak akan selesai dengan membaca deklarasi bersama, radikalisme baru selesai dengan memberikan pendidikan yang baik, memberikan contoh yang baik, memberikan ajaran agama yang benar. Karena itulah universitas itu penting untuk menetralkan dan meredamkan cara berpikir generasi muda kita," kata JK.

Terkait dengan teknologi yang disalahgunakan untuk penyebaran radikalisme dan bahkan mengarah pada terorisme, Wapres mengimbau generasi muda di Indonesia, khususnya mahasiswa UNP, untuk belajar dengan giat dan semangat karena itu juga bagian dari jihad. "Kalau orang semangat tanpa ilmu, dia meledak-ledak, berilmu tanpa semangat dia bergerak tanpa dinamika. Oleh karena itu, tetaplah memajukan pendidikan karena itu juga bagian dari jihad," kata dia.

Jusuf Kalla melakukan kunjungan kerja ke Padang, Sumatera Barat, dengan agenda utama meresmikan sebelas gedung baru UNP dan meresmikan Masjid Baiturrahmah Yayasan Universitas Baiturrahmah. Dalam kunjungan ini, Wapres JK didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

Jusuf Kalla Resmikan Penggunaan Masjid Baiturrahmah di Padang

Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan penggunaan Masjid Baiturrahmah di Kota Padang, Sumatera Barat yang merupakan salah satu tempat ibadah termegah di kota itu.

"Masjid ini merupakan masjid yang berada di kampus, harus berbeda dengan masjid-masjid lain. Masjid ini hendaknya memberikan harapan tentang masa depan dan persatuan," kata Wapres saat meresmikan Masjid Baiturrahmah di Padang, Sabtu (15/7/2017).

Menurutnya, setiap masjid harusnya tidak hanya terfokus pada membicarakan halal, haram, surga, neraka, dan tafsir akan tetapi juga dapat memberikan kemaslahatan terhadap umat.

"Masjid ini hadir, mari kita makmurkan dengan praktek ibadah. Selain itu, masjid ini juga harus menjadi dapat memakmurkan masyarakat seperti bidang perdagangan, ekonomi, pertanian dan kesehatan," kata Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.

Ia mengatakan di negara-negara lain pemerintah yang membangun masjid dan hanya di Indonesia dan Pakistan masyarakat dapat membangun masjid.

"Kita berharap dakwah-dakwah yang muncul di masjid ini lebih bermakna dan dapat meningkatkan keimanan kita semua," ujarnya.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan masjid ini memiliki gaya arsitektur Timur Tengah dan banyak dikunjungi, seperti Masjid Raya Sumatera Barat yang menjadi ikon Sumbar "Semoga ke depannya Sumbar akan menjadi pusat daerah wisata yang memiliki nilai keislaman yang kuat," kata dia.

Sementara Rektor Universitas Baiturrahmah, Musliar Kasim mengatakan pembangunan masjid berasal dari Yayasan Baiturrahmah yang bertujuan memberikan pengetahuan agama kepada para mahasiswa.

"Masjid ini dibangun untuk memberikan nilai agama yang kuat kepada para mahasiswa kami, masjid ini tidak hanya dimanfaatkan oleh mahasiswa tetapi juga karyawan, keluarga pasien Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, dan masyarakat sekitar," katanya.


(rki)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera