Pendidikan

Pendidikan

Dewan Ingatkan Pendamping Jamaah Haji Kuasai Bahasa Arab dan Inggris

PADANG – Meninjau persiapan pemberangkatan jamaah calon haji asal Sumatera Barat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat mengingatkan agar petugas penyelenggara haji memberikan pelayanan prima. Salah satu yang paling ditekankan adalah agar petugas pendamping jamaah menguasai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dengan baik.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Arkadius Datuak Intan Bano saat rapat Komisi V dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sumatera Barat mengingatkan hal itu. Penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris oleh petugas pendamping adalah hal yang penting menjadi perhatian.

"Petugas pendamping pada masing-masing kelompok terbang (kloter) harus memiliki penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dengan baik untuk menyambung lidah calon jamaah haji dalam berinteraksi selama di Tanah Suci," katanya dalam rapat yang dihadiri oleh PPIH dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, di ruangan khusus II Kantor DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Selain soal penguasaan bahasa, hal lain yang harus mendapat perhatian serius adalah soal akomodasi, transportasi dan sebagainya. Arkadius mengingatkan, agar transportasi untuk jamaah calon haji diberi tanda atau label.

"Ini untuk memudahkan jamaah dalam mengenali angkutan yang akan membawa mereka ke tempat-tempat yang dituju selama menunaikan ibadah haji," tambahnya.

Petugas pendamping dari PPIH harus memfasilitasi jamaah calon haji mulai dari pemberangkatan atau embarkasi hingga kembali lagi ke Padang. Dia meminta agar petugas tidak mengganti nomor telepon genggam selama di Arab Saudi.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Hidayat menambahkan, penandaan atau memasang label pada bus angkutan jamaah calon haji Indonesia perlu dilakukan. Pengalamannya, walaupun bus tersebut merupakan bus khusus jamaah Indonesia, namun masih ada saja jamaah haji dari negara lain yang  menumpang.

"Akibatnya, ada saja jamaah haji Indonesia khususnya asal Sumatera Barat yang tidak kebagian bus," tambahnya.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Salman Kenedi dalam kesempatan itu memaparkan, tahun ini akan diberangkatkan sebanyak 4.628 jamaah. Pemberangkatan akan dibagi dalam 16 kloter dengan jadwal keberangkatan kloter pertama pada 15 Agustus 2017 mendatang.

"Jamaah asal Sumatera Barat akan didampingi oleh 80 orang petugas," katanya.

Menyoal daftar tunggu pemberangkatan jamaah calon haji, Salman menyebutkan lebih dari 50 ribu yang sudah mendaftar. Dengan demikian, quota keberangkatan sudah penuh setidaknya hingga 10 tahun ke depan. Bahkan, ada daerah yang sudah penuh hingga 15 tahun ke depan.

Rapat dengar pendapat membahas persiapan pemberangkatan jamaah calon haji tersebut dihadiri antara lain anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat seperti Rafdinal, Endarmy dan Darmon. Sementara, Kakanwil Kementerian Agama Salman Kenedi hadir bersama jajarannya.

(rki)

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera