Pendidikan

Pendidikan

Pengabdian Panjang Ali Asmar Berbuah Pangkat Pembina Utama

KABAR gembira datang dari Sekretaris Provinsi Sumatera Barat, Ali Asmar. Terhitung tanggal 1 April lalu, ia menerima kenaikan pangkat Pembina Utama golongan IV/e. Kepastian kenaikan pangkat itu diketahui Ali Asmar, setelah menerima surat keputusan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bernomor : II/K Tahun 2014.

Perlu diketahui, kenaikan pangkat menjadi pembina utama merupakan sesuatu yang terhitung langka di kalangan pejabat karier sebagai PNS di Sumbar.

"Ini sesuatu yang tidak disangka- sangka, mendapatkan pangkat tertinggi sebagai pejabat karier PNS. Penghargaan ini adalah rahmat dari Allah SWT yang teramat indah dan didambakan setiap PNS atas kerja keras dan pengabdiannya selama ini. Mudah- mudahan ini bisa memotivasi saya untuk bekerja dan mengabdi kepada Sumbar lebih baik di masa- masa mendatang" ungkap Sekprov Sumbar Ali Asmar.

Ia mengaku tidak pernah memikirkan bisa menerima penghargaan itu sejak memulai kariernya sebagai guru PNS di salah SMP di Batipuh dengan pangkat Pengatur Muda golongan II/a. Semasa masih mengenyam bangku SMA di Adabiah Padang, dia pernah bercita-cita menjadi dokter. Namun, karena kondisi ekonomi orangtua yang kurang mampu, diarahkan mengambil sekolah guru yang saat itu disebut Sekolah Ikatan Dinas Pendidikan Guru Lanjutan Pertama (PGLP) yang bekerjasama dengan IKIP Padang tahun 1977-1978.

Kenaikan pangkat tertinggi pembina utama ini, didapat melalui jalan yang panjang dan penuh liku dari seorang guru SMP hingga menjadi pejabat birokrasi di lingkungan Pemprov Sumbar, yang dilantik Gubernur Sumbar Irwan Prayitno tanggal 2 Mei 2011 lalu. Hendaknya, pengalaman perjalanan panjang yang dilalui ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi PNS lainnya, agar juga melakukan hal yang sama, menunjukkan nilai-nilai pengabdian dengan kerja keras dan kesungguh-sungguhan
.
"Kita menyadari dalam kondisi kekinian pengabdian seorang PNS Menghadapi tantangan yang hebat , dengan sistem otonomi daerah dan reformasi birokrasi yang telah kita laksanakan saat ini. Oleh karena itu, marilah bekerja dengan baik tanpa mesti disuruh-suruh, lakukanlah pekerjaan sesuai dengan tanggung jawab dan aturan yang berlaku," ucapnya.

Semua pengabdian dan pelayanan yang dilakukan aparatur di lingkungan pemerintah di semua sektor dan bidang pembangunan , merupakan upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Cara berpikir PNS mesti diubah, sesuai tuntutan dan harapan masyarakat.
"PNS adalah pelayan bukan orang yang dilayani. Setiap PNS diharapkan selalu memberikan pelayanan prima dengan tulus ikhlas tanpa pamrih serta menjauhkan diri dari perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Hal ini juga berkaitan dengan penghargaan yang telah kita terima dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam penerimaan CPNS 2013 yang berbasis Computer Assised Test (CAT) dan bebas dari KKN," tuturnya.

Selain itu, PNS Sumbar mesti memperlihatkan sikap profesionalnya , netral tidak memihak kepada warna – warni politik dan partai,. PNS Sumbar mesti berpikir dan bekerja keras, , secara sungguh – sungguh untuk kesejahteran masyarakat Sumbar.

* Guru Pahami 3 Tugas Pokok

"Untuk para guru se-Sumbar, saya berpesan jadilah guru yang memahami 3 tugas pokok pekerjaan sebagai guru, yang sebenar – benar guru bagi siswa. Karena guru ibarat orangtua kedua siswa dalam belajar," ucapnya.

Adapun tiga tugas pokok guru adalah pertama memiliki tugas mendidik, yang pada dasarnya mengisi jiwa anak didik, menciptakan karakter, mental, sikap, perilaku dan contoh suritauladan yang baik ( upaya mengisi dada siswa). Kedua seorang guru bertugas mengajar, yang dimaknai menyiapkan isi otak dan kepala anak didik dengan ilmu pengetahuan yang cerdas. Ketiga seorang guru bertugas melatih anak didik dalam bentuk raganya, kemampuan skill dan keahlian bakat yang ada pada masing – masing anak didik.

"Prinsipnya seorang guru bagaimana anak didik jauh lebih hebat dari pada dirinya. Namun guru juga diharapkan selalu meng-update dirinya terhadap perkembangan informasi yang berkembang, sehingga saat siswa bertanya dan berpendapat seorang dapat memahaminya. Hal yang terpenting dari seorang guru adalah bagaimana, ia yang juga bagian dari lingkungan masyarakat, mampu memberikan contoh tauladan yang baik terhadap masyarakat sekitarnya," jelasnya.

Ali Asmar juga mengisahkan , dirinya lahir dan berkembang di dusun Kalampayan, Jorong Kamumuan, Kecamatan Sungailimau Padangapariaman, semasa sekolah dasar diawali tahun 1965 berjalan kaki ke sekolah , sejauh 4 km setiap harinya pulang – pergi, Jalan pada saai itu, baru berkerikil dan berdebu. Belum ada listrik, di rumah jika belajar hanya memakai lampu togok. Pada saat itu, jika telah memakai lampu strongkeng itu sudah hebat, tapi orangtua belum mampu membeli pada saat itu. Dia menamatkan sekolah SD dan SMP di Medan mengikuti sanak family dengan filosofi, " jika ingin maju, meski tinggalkan kampung halaman ".
Tidak ada alasan untuk tidak bisa berprestasi, lebih baik dalam menimba ilmu pengetahuan dan memiliki karakter diri yang lebih baik," katanya.

(adv)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

bn


Padang

Padang

Hukrim

Hukrim

Sumatera

Sumatera